Jumat, 05 Oktober 2012
Sejarawan: Bhayangkara Berarti Pelindung Penguasa
Jakarta Kepolisian Republik Indonesia baru saja merayakan ulang tahunnya ke 66. Hari ulang tahun ini juga dikenal dengan hari Bhayangkara.
Menurut sejarawan, JJ Rizal, definisi Bhayangkara secara historis justru tidak sesuai dengan slogan kepolisian saat ini, 'Mengayomi dan Mengabdi kepada Masyarakat'. Lalu apa sebenarnya arti istilah Bhayangkara?
"Bhayangkara itu secara historis berarti prajurit untuk melindungi raja di jaman Majapahit. Jadi yang dilindungi elit, bukan rakyat kecil," ujar Rizal, Senin (2/7/2012).
Hal ini disampaikan Rizal dalam acara 'Coreng Hitam di Wilayah Bhayangkara: Rekayasa Kasus, Salah Tangkap, Penyiksaan dan Kriminalisasi' di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jl Diponegoro, Jakarta Pusat. Turut hadir Hasan Basri yang merupakan tukang ojek korban salah tangkap, Aguswandi Tanjung, korban rekayasa kasus pencurian listrik di ITC Roxy Mas dan lainnya.
Rizal kemudian menegaskan, istilah Bhayangkara itu harus diganti dan tidak dipergunakan. "Kalo istilahnya orang betawi, sampe ujan berkelir juga ngga akan melindungi masyarakat kecil nanti," tambahnya.
Rizal sebelumnya juga dituduh menggunakan narkotika di tahun 2009 silam oleh anggota kepolisian Polsek Beji Depok. Ia kemudian dipukuli dan disiksa agar mengakui perbuatannya
Selasa, 02 Oktober 2012
Game Pendidikan Anak
Sejatinya, sebuah game merupakan salah satu sarana yang bisa dijadikan sebagai jalan untuk melakukan transformasi ilmu kepada anak-anak. Oleh sebab itu, ketika seseorang memainkan game, berarti ini bukan sebatas permainan yang dapat menghibur atau melakukan aktivitas kecerian yang hampa makna, melainkan lebih dari itu, yaitu game yang dimaikan oleh siapapun akan mempunyai arti yang mendidik, walaupun tampa disadari oleh orang yang melakukannya.
Apabila sebuah game diartikan demikian maka apa pun bentuk permainan yang anda ingin lakukan bersama dengan anak-anak Anda, siswa-siswi Anda, bahkan siapapun, akan melahirkan sebuah jalan untuk membuat mereka semakin berkembang dan maju dalam pendidikan yang sedang dilalui. Lebih dari itu, tidak salah jika dengan melakukan game inilah, mereka bertambah cerdas dan pintar.
Berkaitan dengan alasan tersebut, maka diperlukan inisiatif yang cukup kuat untuk melahirkan beberapa game khusus untuk mereka, yaitu anak-anak yang duduk di bangku TK ( taman kanak-kanak )atau anak-anak yang masih dalam kategori Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ).
Pada usia yang mungkin sangat belia, anak-anak yang berada di tingkat pendidikan TK dan PAUD ini pasti memiliki kecenderungan yang cukup tinggi dalam melakukan game. Bisa dibayangkan , pada usia seperti ini, kebanyakan anak selalu disibukkan dengan bermain dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika dirumah, sekolah, sewaktu jalan-jalan, makan, tidur, dan lain sebagainya.
Langganan:
Postingan (Atom)

